Maqam Ibrahim adalah batu tempat berdiri nya nbi
Ibrahim as ketika membangun Ka'bah, batu ini bergerak naik saat bangunan ka'bah
meninggi. Pendapat ini dikuatkan oleh shahih nya hadits Jabir ra, tentang haji
nya rasulullah saw: Ketika nabi thawaf, Umar ra berkata kepada nabi: Ini maqam
bapak kita? Nabi menjawab: Ya, Umar bertanya lagi: Tidak kah kita menjadikannya
titik tempat shalat? Lalu Allah azza wa jalla menurunkan ayat: "Wattakhidzuu
min maqaami ibraahiima mushalla" (Albaqarah: 125). Dalam riwayat lain:
Bahwa rasulullah saw melewati maqam Ibrahim bersama Umar ra, Umar bertanya:
Wahai rasulullah, bukankah ini maqam bapak kita Ibrahim? Rasulullah menjawab:
Ya. Umar ra bertanya lagi: Tidak kah
kita menjadikannya titik tempat shalat? Nabi menjawab: Aku belum di perintah
untuk itu. Lalu sebelum matahari terbenam, turunlah ayat 125 surat Albaqarah.
Ringkasnya, sesungguhnya maqam Ibrahim as adalah batu
yang menjadi pijakan nabi Ibrahim untuk membangun Ka'bah saat temboknya menjadi
tinggi. Dan nabi Ismail yang mengambilkan batu – batu yang nabi Ibrahim
letakkan dengan tangannya. Dan dikala telah selesai satu sisi, maka berpindah
ke sisi yang lain, berputar dengan berdiri di atas batu itu hinggga selesai ke
arah bagian depan Ka'bah.
Sunnah hukumnya shalat di belakang maqam Ibrahim, tapi
tidak di syaratkan menghadap persis maqam Ibrahim. Jadi, siapa saja yang shalat
dibelakang maqam Ibrahim, itu sudah melakukan ke-sunnah-an, walaupun tidak
berdiri persis di belakangnya.
Maqam Ibrahim dah Hajar Aswad itu turun dari surga
bersama bapak kita Adam as. Keduanya adalah Yaqut dari surga. Imam Tirmidzi,
Ahmad, al Hakim, dan ibnu Hibban telah meriwayatkan, bahwa rasulullah saw telah
bersabda: "Sesungguhnya Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim itu yaqut dari surga
yang sudah di padamkan cahaya nya oleh Allah swt, seandainya tidak di padamkan,
maka bisa menerangi antara barat dan timur".
Termasuk mu'jizat nabi Ibrahim as, batu menjadi lembek,
dan kedua kaki nya membekas hingga sekarang, walaupun sudah berubah dari bentuk
aslinya karena sentuhan orang banyak sebelum di letakkan dalam tempat tertutup.
Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad adalah peninggalan
sejarah tertua bagi ummat islam, karena antara kita sekarang dan nabi Ibrahim
itu terpaut sekitar 4000 tahun.
Orang arab di zaman jahiliyyahnya yang walaupun ada
yang menyembah batu – batu, khusus nya batu – batu Mekkah, tapi tidak pernah
ada cerita nya yang menyembah Hajar Aswad atau Maqam Ibrahim, padahal mereka
sangat menghormati dan menjaga keduanya.
Dan setelah kami analisa tentang rahasia dan sebab nya,
ternyata itu adalah perlindungan Allah swt. Karena kalau keduanya disembah oleh
orang di masa jahiliyyah, lalu islam datang dengan memuliakan keduanya, dengan menyentuh dan shalat di belakang nya,
maka orang – orang munafik bisa berkata: Sesungguhnya islam tetap memuliakan
sebagia berhala dan tidak bersih dari ke syirik an. Dan lagi, orang yang
sebelum islam datang, sudah menyembah keduanya akan tetap menyembahnya. Karena
inilah Allah menjaga kedua nya dari sesembahan ahli jahiliyyah sejak zaman nabi
Ibrahim as hingga hari kiamat, sebagaimana menjaga rumahNYA yang mulia. Ini lah
satu poin penting yang tidak banyak orang yang memperhatikannya.
Terjemahan dari kitab " al Hajj fadhaail wa
Ahkaam" bab Maqam Ibrahim, halaman 259 – 262 karya Sayyid
Muhammad bin Alwi al Maliki.
Ditulis oleh Sulaiman Abdul Mustangin
Jakarta, 20 September 2013

Post A Comment: