Hijir Ismail as adalah tembok yang berada di sebelah
utara Ka'bah, yang membentuk setengah lingkaran. Nabi Ibrahim as menjadikannya
atap kea rah Ka'bah.
Banyak ulama yang menyebutkan bahwa Nabi Ismail as di
kuburkan di tempat itu, setelah melewati kehidupan dunia nya selama 130 tahun,
demikian juga dengan ibunya, di kubur di tempat itu. Sebagian ulama yang
menyebutkan tentang ini, adalah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam, Ibnu Jarir al Thabari,
Ibnu Kathir dan para ahli sejarah lainnya.
Di riwayatkan dari 'Aisyah ra, berkata: Saya pernah mau
masuk ke baitullah untuk shalat di dalamnya, lalu Rasulullah saw memegang
tangan ku, dan memasukkan ku ke dalam Hijir Ismail, dan bersabda: Shalat lah di
Hijir Ismail, kalau mau masuk ke baitullah, karena Hijir Ismail itu sebagian
dari baitullah.
Dan dari Ali bin Abi Thalib ra, bahwa rasulullah saw
bersabda kepada Abu Hurairah: Sesungguhnya di pintu Hijir Ismail itu ada
malaikat yang berkata kepada orang yang masuk dan shalat dua rakaat di
dalamnya: Dosa – dosamu di ampuni, maka mulailah dengan amal yang baru. Dan di
pintu yang satunya lagi, ada malaikat yang sejak Allah menciptakan dunia sampai
baitullah di angkat, senantiasa berkata kepada orang yang shalat di Hijir
Ismail lalu keluar: Jika kamu termasuk ummat Muhammad yang bertaqwa, kau dapat
rahmat Allah.
Dan dalam risalah nya al Hasan, bahwa nabi Ismail as
mengadu kepada tuhannya tentang panasnya Mekkah, maka Allah mewahyukan "
Saya membuka pintu surga untukmu di Hijir yang mengeluarkan angin sepoi
kepadamu sampai hari kiamat.
Dan dalam risalah itu juga, dari Utsman bin Affan ra,
bahwasanya suatu hari beliau menghadapi para sahabatnya dan berkata: Tidak kah
kalian bertanya kepadaku darimana saya datang? Mereka bertanya, lalu beliau
menjawab: Saya berdiri di pintu surga, dan ketika itu beliau berdiri di bawah
Mizab ( talang air baitullah), berdoa kepada Allah di tempat itu.
Terjemahan dari kitab " al Hajj Fadhaail wa
Ahkaam", bab Hijir Ismail halaman 257 – 258 karya Sayyid Muhammad
bin Alwi al Maliki.
Ditulis oleh Sulaiman Abdul Mustangin
Jakarta, 20 September 2013

Post A Comment: