about

about

Technology

Total Pageviews

Popular Posts

Search This Blog

AL JI'RANAH

Share it:



Adalah tempat yang dahulu rasulullah saw berihram ketika pulang dari Thaif, setelah penaklukan Mekkah. Al Ji'ranah ini juga tempat yang orang banyak mengetahuinya berada di antara Thaif dan Mekkah, walaupun lebih dekat ke Mekkahnya.
Ji'ranah adalah sumur yang berada di selatan kota Mekkah, yang tawar airnya, dan penduduk Mekkah banyak yang melaksanakan umrah di bulan ramadhan nya dengan berihram dari tempat ini.
Orang – orang Mekkah juga suka berpiknik ke tempat ini, karena di lembah Ji'ranah ini pemandangan nya indah, airnya tawar, udaranya menyegarkan badan. Dan yang paling utama adalah adanya tempat bersejarah peninggalan nabi yang kekal. Karena nabi saw pernah berada di tempat itu ketika membagi harta peninggalan perang Hawazin kepada para sahabatnya, setelah perang Hunain. Disini juga ada masjid yang di sebut Masjid Rasul al Karim, dan rasul dulu berada di tempat ini selama lima belas malam, dan diisi dengan berdoa, shalat dzikir, tasbih.
Nama Ji'ranah itu sebenarnya julukan untuk seorang perempuan dungu bangsa quraisy yang bernama Rythah binti Sa'ad,  dan ada ayat alquran yg turun tentang orang ini. Allah berfirman: " Walaa takuunuu kallatii naqadhat ghazlaha min ba'di quwwatin" ( al Nahl : 92 ), dia selalu memintal benang, dan ketika sudah kuat, dirusak nya lagi.
Adapun ihramnya rasulullah dari Ji'ranah ini pada tanggal tujuh belas bulan dzulqo'dah tahun sembilan hijriyah, sementara penduduk Mekkah, keluar dari Mekkah pada enam belas Dzulqo'dah, dan berdiam di Ji'ranah tanggal tujuh belas, melaksanakan shalat maghrib, berihram, lalu menuju Mekkah. Terkadang mereka berihram setelah shalat ashar, dan kembali ke Mekkah dalam keadaan ihram.
Ji'ranah adalah miqat umroh dari Mekkah yang paling utama, karena dulu rasulullah saw ber ihram dari sini menurut tiga imam , Syafií, Malik, dan Ibnu Hanbal ra.
Di Ji'ranah ini juga ada masjid rasulullah saw. Dan tidak perbedaan pendapat ulama tentang bahwa nabi melakukan shalat dan berdoa di lembah ini. Tapi yang ada khliaf ulama adalah dalam menentukan posisi tempat pastinya, pelaksanaan shalat nabi tersebut. Setidaknya semua tempat ini, jadi terhormat di sebabkan rasulullah saw.
Masjid ini telah di bangun berkali – kali, dan pemerintah Saudi sudah merobohkan masjid yang lama, lalu membangunnya kembali dengan bangunan yang lebih kokoh dan lebih megah dari yang sebelumnya. Dan juga di sekeliling nya di lengkapi dengan tempat – tempat mandi dan wudhu.
Di Ji'ranah ini, juga ada sumur tua yang airnya tawar dan enak. Dan ada riwayat yang menceritakan bahwa nabi saw pernah minum dari sumur itu, lalu meludah ke dalam sumur tersebut.
Air sumur itu seperti air sumber yang dari tanah yang dalam. Dan sebagian ahli sejarah menyebutkan, bahwa airnya mujarab untuk melancarkan air seni, dan kesehatan buah pinggang. Air sumur itu juga pernah di angkut bersama air dari lembah urwah di Madinah, untuk khalifah – khalifah Ábbasiyyiin yang berada di Baghdad, karena khasiat dan kelebihan yang baik tadi.
Terjemahan dari kitab "Fii Rhab al Bait al Haram" bab "al Ji'ranah" halaman 313 – 314 karya Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki.
Ditulis oleh Sulaiman Abdul Mustangin
Jakarta, 27 September 2013 
Share it:

Sejarah

Post A Comment: