Adalah tempat yang dahulu rasulullah saw berihram
ketika pulang dari Thaif, setelah penaklukan Mekkah. Al Ji'ranah ini juga
tempat yang orang banyak mengetahuinya berada di antara Thaif dan Mekkah,
walaupun lebih dekat ke Mekkahnya.
Ji'ranah adalah sumur yang berada di selatan kota
Mekkah, yang tawar airnya, dan penduduk Mekkah banyak yang melaksanakan umrah
di bulan ramadhan nya dengan berihram dari tempat ini.
Orang – orang Mekkah juga suka berpiknik ke tempat ini,
karena di lembah Ji'ranah ini pemandangan nya indah, airnya tawar, udaranya
menyegarkan badan. Dan yang paling utama adalah adanya tempat bersejarah
peninggalan nabi yang kekal. Karena nabi saw pernah berada di tempat itu ketika
membagi harta peninggalan perang Hawazin kepada para sahabatnya, setelah perang
Hunain. Disini juga ada masjid yang di sebut Masjid Rasul al Karim, dan rasul
dulu berada di tempat ini selama lima belas malam, dan diisi dengan berdoa,
shalat dzikir, tasbih.
Nama Ji'ranah itu sebenarnya julukan untuk seorang perempuan
dungu bangsa quraisy yang bernama Rythah binti Sa'ad, dan ada ayat alquran yg turun tentang orang
ini. Allah berfirman: " Walaa takuunuu kallatii naqadhat ghazlaha min
ba'di quwwatin" ( al Nahl : 92 ), dia selalu memintal benang, dan
ketika sudah kuat, dirusak nya lagi.
Adapun ihramnya rasulullah dari Ji'ranah ini pada
tanggal tujuh belas bulan dzulqo'dah tahun sembilan hijriyah, sementara
penduduk Mekkah, keluar dari Mekkah pada enam belas Dzulqo'dah, dan berdiam di
Ji'ranah tanggal tujuh belas, melaksanakan shalat maghrib, berihram, lalu
menuju Mekkah. Terkadang mereka berihram setelah shalat ashar, dan kembali ke
Mekkah dalam keadaan ihram.
Ji'ranah adalah miqat umroh dari Mekkah yang paling
utama, karena dulu rasulullah saw ber ihram dari sini menurut tiga imam ,
Syafií, Malik, dan Ibnu Hanbal ra.
Di Ji'ranah ini juga ada masjid rasulullah saw. Dan
tidak perbedaan pendapat ulama tentang bahwa nabi melakukan shalat dan berdoa
di lembah ini. Tapi yang ada khliaf ulama adalah dalam menentukan posisi tempat
pastinya, pelaksanaan shalat nabi tersebut. Setidaknya semua tempat ini, jadi
terhormat di sebabkan rasulullah saw.
Masjid ini telah di bangun berkali – kali, dan
pemerintah Saudi sudah merobohkan masjid yang lama, lalu membangunnya kembali
dengan bangunan yang lebih kokoh dan lebih megah dari yang sebelumnya. Dan juga
di sekeliling nya di lengkapi dengan tempat – tempat mandi dan wudhu.
Di Ji'ranah ini, juga ada sumur tua yang airnya tawar
dan enak. Dan ada riwayat yang menceritakan bahwa nabi saw pernah minum dari
sumur itu, lalu meludah ke dalam sumur tersebut.
Air sumur itu seperti air sumber yang dari tanah yang
dalam. Dan sebagian ahli sejarah menyebutkan, bahwa airnya mujarab untuk
melancarkan air seni, dan kesehatan buah pinggang. Air sumur itu juga pernah di
angkut bersama air dari lembah urwah di Madinah, untuk khalifah – khalifah
Ábbasiyyiin yang berada di Baghdad, karena khasiat dan kelebihan yang baik
tadi.
Terjemahan dari kitab "Fii Rhab al Bait al
Haram" bab "al Ji'ranah" halaman 313 – 314 karya Sayyid
Muhammad bin Alwi al Maliki.
Ditulis oleh Sulaiman Abdul Mustangin
Jakarta, 27 September 2013


Post A Comment: